Jadi salah satu tanda ketidak sukaan Tuhan terhadap suatu negeri, yaitu ketika Allah memberi mereka pemimpin yang mutrafin. Pengertian pemimin mutrafin tidak saja tertumpu kepada top leader, presiden, melainkan juga pada para pembantunya, menteri dan sebagainya. Kadang bupatinya bagus, tapi para kepala bagiannya brengsek.*.
TafsirAl-Isra 16: Penguasa Zalim, Penyebab Bencana Januari 2021. Komentar Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . . wa idzaa aradnaa an nuhlika qaryatan amarnaa mutrafiihaa fa fasaqu fiihaa fa haqqa 'alaihal-qaulu fa dammarnaahaa tadmiiraa (16).
3Akibat yang akan Didapatkan Para Pemimpin Zalim | Republika Online.
TafsirAl-Isra 16: Penguasa Zalim, Penyebab Bencana. Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . . wa idzaa aradnaa an nuhlika qaryatan amarnaa mutrafiihaa fa fasaqu fiihaa fa haqqa 'alaihal-qaulu fa dammarnaahaa tadmiiraa (16). Ayat sebelumnya bertutur soal kemahakasihan Tuhan yang tidak bakal menyiksa manusia sebelum diutus utusan atau sebelum
.
Oleh Dr. KH A Musta'in Syafi'ie . . wa idzaa aradnaa an nuhlika qaryatan amarnaa mutrafiihaa fa fasaqu fiihaa fa haqqa 'alaihal-qaulu fa dammarnaahaa tadmiiraa 16.Ayat sebelumnya bertutur soal kemahakasihan Tuhan yang tidak bakal menyiksa manusia sebelum diutus utusan atau sebelum ada juru dakwah yang berseru keimanan. Mereka yang patuh akan mendapat kebaikan dan yang durhaka bakalan disiksa. Lalu pada ayat kaji ini menuturkan, bahwa Allah SWT akan menghajar habis-habisan sebuah kaum karena kezaliman, karena kedurhakaan yang dilakukan para penguasanya. Meskipun ibadah rakyat bagus-bagus, meskipun amal perbuatan mereka sesuai syari'ah agama, tapi kalau para pejabatnya banyak yang mengumbar nafsu, korup, berfoya-foya, maka itu berpotensi turunnya azab atas kaum tersebut. Terkait turunnya azab tersebut, cukup diambil dua kata kunci pada ayat ini, yakni mutrafiha pembesar dan fafasaqu fiha durhaka. Mutraf, mutarafun, adalah kaum jetset, borjuis, pembesar yang bergelimang harta dan hobi berfoya-foya. Derajat sosial yang tinggi dan serba berkecukupan membuat mereka bebas melakukan apa saja. Sementara kata "fa fasaqu fiha", menunjukkan betapa kaum mutarin tadi telah terjerumus kepada kefasikan, kemaksiatan, kedurhakaan. Hal demikian karena pada umumnya, nafsu dan syahwat sangat mendominasi pola hidup mereka, sehingga cenderung abai terhadap kewajibannya sebagai pemimpin, sebagai orang gedean yang mesti memberi contoh kesalehan kepada umat. Di kepala mereka, nafsu hedonis lebih utama ketimbang menunaikan dua kata ini menunjukkan, bahwa kaum mutarafin itu tidak semuanya mesti hobi berbuat maksiat, tidak semuanya mesti ngumbar durhaka, melainkan cenderung durhaka. Begitu mereka durhaka dan terus dalam kedurhakaan, maka langit bersikap lain fa haqq 'alaiha al-qaul". Barulah Allah SWT memutuskan untuk layak diazab. Azab turun beneran dengan volume top, "fa dammarnaha tadmira", dihancurkan sehancur-hancurnya. Beberapa kata dalam ayat kaji ini penting dianalisis. Pertama, kata qaryah, artinya perkampungan atau bangsa. Kata ini menunjukkan ruang tertentu, daerah atau negeri tertentu, tidak bias dan umum. Jadi azab yang menimpa pada suatu daerah, negeri, pasti terkait dengan kesalahan pembesar negeri tersebut. Tidak mungkin azab yang menimpa suatu negeri karena kedurhakaan pembesar negeri lain. Kedua, "amarna" mutrafiha. Qira'ah lain, "ammarna" pakai tasydid. Amara, artinya memerintahkan, menyuruh. Sedangkan "ammara", artinya menguasakan. Allah memberi negeri tersebut penguasa yang mutrafin. Jadi, salah satu tanda ketidak sukaan Tuhan terhadap suatu negeri, yaitu ketika Allah memberi mereka pemimpin yang mutrafin. Pengertian pemimin mutrafin tidak saja tertumpu kepada top leader, presiden, melainkan juga pada para pembantunya, menteri dan sebagainya. Kadang bupatinya bagus, tapi para kepala bagiannya brengsek. []
home bencana Tips Senin, 07 Maret 2022 - 1531 WIB Doa ketika gempa bumi terjadi, sebenarnya tidak secara khusus dicontohkan oleh baginda Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam. Namun, doa ketika terjadi bencana bisa diamalkan dalam kondisi serupa. Tausyiah Kamis, 21 Januari 2021 - 1919 WIB Bagi yang berada dalam kondisi bencana, tidak ada batasan pasti kapan paling lama jamak dilakukan. Batasan sebenarnya adalah hilangnya kesukaran dan kesempitan itu sendiri. Muslimah Jum'at, 15 Januari 2021 - 0742 WIB Wilayah Indonesia berada dalam kawasan yang rentan bencana alam. Salah satunya adalah bencana gempa bumi. Dalam pandangan Islam gempa bumi ini merupakan bagian dari tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa taala di alam semesta ini. Tips Senin, 06 Desember 2021 - 0742 WIB Doa agar dijauhkan dari musibah dan bencana ini, penting kita amalkan. Mengingat akhir-akhir ini, musibah dan berbagai bencana alam masih dialami di berbagai daerah di Tanah Air. Muslimah Rabu, 20 Januari 2021 - 1323 WIB Kewajiban seorang hamba ketika bencana atau musibah menimpa adalah dengan memperbanyak doa. Berdoaa pada Allah Taala agar dilindungi dari bencana-bencana atau musibah. Tausyiah Rabu, 14 Oktober 2020 - 0949 WIB Muslimah Rabu, 16 September 2020 - 2025 WIB Musibah yang terjadi pada diri seseorang, keluarga, masyarakat hingga bencana yang menimpa seluruh negeri, bisa jadi, karena adanya dosa-dosa yang diremehkan oleh manusia. Tausyiah Sabtu, 14 November 2020 - 0500 WIB Janganlah mengeluh sedikit pun, walau jasadmu digunting-gunting menjadi serpihan-serpihan kecil daging. Selamatkanlah dirimu! Takutlah kepada Allah! Takutlah kepada Allah! Hikmah Rabu, 29 Desember 2021 - 0515 WIB Pertobatan Nabi Yunus AS dalam perut ikan telah diterima Allah SWT. Kini ucapan sang Nabi menjadi doa bagi orang-orang yang sedang tertimpa musibah. Tips Selasa, 26 April 2022 - 2325 WIB Ada beberapa dzikir pendek namun fadilahnya dapat menghapus dosa dan dijauhkan dari bencana. Zikir ini merupakan anjuran Rasulullah SAW dan sangat baik dibaca di bulan Ramadhan. Tips Selasa, 06 Desember 2022 - 1522 WIB Doa ketika gunung meletus atau zikir-zikir lain saat terjadi bencana sangat penting kita panjatkan dan kita wiridkan sebagai bentuk kita meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Taala. Tausyiah Kamis, 15 Oktober 2020 - 0921 WIB Mksud kesialan di sini adalah kesialan yang dapat mendatangkan permusuhan dan bencana. Bukan anggapan sebagian orang yang meyakini bahwa ketiga hal tersebut dapat membawa sial. Tausyiah Rabu, 06 Oktober 2021 - 1131 WIB Sejumlah ulama menyarankan umat Islam melakukan sholat sunnah untuk menolak balak di hari Rebo Wekasan. Namun saran ini menjadi polemik karena tidak ada dasarnya. Hikmah Jum'at, 14 Januari 2022 - 1755 WIB Bagi orang-orang beriman, gempa bukan hanya sekadar musibah. Gempa adalah peringatan dari Allah Taala buat manusia, bisa juga disebut sebagai azab kecil atau azab dunia. Dunia Islam Rabu, 12 Oktober 2022 - 0515 WIB Kedatangan Imam Mahdi pada Oktober 2015 diramal oleh Jaber Bolushi dengan menggunakan rumus hitungan angka peninggalan tradisi Arab kuno. Maknanya, pada saat ini Imam Mahdi sudah lahir. Tausyiah Kamis, 18 Agustus 2022 - 1553 WIB Mengapa ada kejahatan, ada penyakit dan kemiskinan, bahkan mengapa Tuhan menganugerahkan si A segala kenikmatan, dan menjadikan si B tenggelam ke dalam bencana? Tausyiah Rabu, 10 Februari 2021 - 1353 WIB Terjadinya malapetaka merupakan buah akibat dari perbuatan manusia sendiri yang mengundang laknat dan murka Allah yang bukan hanya menimpa pelaku kezaliman saja. Tips Jum'at, 14 Januari 2022 - 1723 WIB Adakah doa dan amalan khusus saat terjadi gempa bumi? Bagaimana pula umat muslim harus menyikapinya dalam kondisi terjadinyanya bencana tersebut? Hikmah Kamis, 08 Desember 2022 - 1346 WIB Sedekah dapat mencegah musibah, penyubur pahala, menolak bala, dan menghindarkan dari kejahatan serta akan dilipatgandakannya rezeki oleh Allah Subhanahu wa Taala. Tausyiah Selasa, 05 Oktober 2021 - 2206 WIB Sebagian orang ahli makrifat mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala yang berjumlah Kesemuanya diturunkan pada hari Rabu yang terakhir di bulan Shafar.
โบ OpiniโบBanjir dan Empati Pemimpin Menyebut hujan lebat sebagai pemicu banjir seolah melupakan ulah manusia yang menjadi penyebab bencana alam ini. Narasi seperti itu hendaknya dibuang jauh agar empati terbangun secara benar. Kompas SupriyantoMembaca berita utama Kompas 8/11/2021 โBanjir dan Longsor Datang Lebih Awal di Tanah Airโ membuat pembaca menengok peristiwa banjir di Batu, Jawa Timur. Lebih dalam lagi, sekaligus menelaah di balik peristiwa itu. Di berita itu, banjir di Batu menjadi salah satu bencana yang disorot Batu hidup dari sektor pariwisata. Obyek wisata banyak dibangun di sana. Hotel, vila, dan tempat penginapan lain bertumbuhan. Batu boleh dibilang seperti kawasan Puncak di Jawa Barat. Tingkat kekhawatirannya juga sama dengan Puncak. Maksudnya, di balik pertumbuhan wisata, ada kekhawatiran degradasi lahan. Erosi tinggi, tanah longsor menjadi ancaman, dan banjir bandang bisa terjadi kapan saja sepanjang ada hujan.Baca juga Bencana Alam dan Kerentanan Sistemik KitaBenar, Kamis 4/11/2021 itu hujan lebat mengguyur kawasan Batu, terutama bagian atas hulu, seperti halnya Sumber Brantas. Dampaknya adalah banjir bandang yang ramai diberitakan itu dan memorakporandakan beberapa tempat di Desa Sumber Brantas, Desa Bulu Kerto, Desa Tulung Rejo, Desa Padang Rejo, Desa Sido Mulyo, dan Desa ada apa di balik peristiwa banjir Batu? Ada pernyataan pemimpin di sana yang layak untuk ditelaah. Bermula dari Wakil Presiden Maโruf Amin menelepon Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Kemudian Wali Kota menginfokan pemicu banjir bandang di Batu adalah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Daerah Aliran Sungai DAS Brantas yang berada di lereng Gunung Arjuno tersebut.โIni karena hujannya lebat sekali hampir sejam lebih dengan curah hujan yang sangat besar, membawa pohon-pohon kering yang ada di hutan ke bawah sehingga menutupi jalan air. Itu jadi menimpa rumah-rumah penduduk,โ ujar Dewanti dalam laporannya. Musibah tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Sungai Brantas, Kamis 4/11/2021 pukul 5/11/2021.KOMPAS/AMBROSIUS HARTO Penanganan material banjir bandang yang memutus akses dari dan ke Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat 5/11/2021. Banjir bandang pada Kamis siang menghantam beberapa desa di wilayah hulu Sungai Wali Kota tersebut seolah mewakili pihak-pihak yang mendahulukan hujan lebat sebagai pemicu banjir. Setelah ditelusuri berita banjir di berbagai portal berita, banyak pemimpin yang menyatakan โhujan lebat pemicu banjirโ. Kalimat para pihak itu bisa kita pahami secara denotasi dan denotasi sesungguhnya sudah jelas, tanpa hujan mana mungkin ada banjir. Sejauh ini siapa pun sepakat bahwa banjir merupakan air permukaan yang tidak bisa terserap oleh tanah yang bergerak dari kawasan tinggi menuju ke tempat lebih menjadi lebih menarik adalah makna konotasinya. Di kalimat itu pemimpin tersebut lebih melihat faktor alam dijadikan pemicu dan faktor manusia terkesan disembunyikan. Padahal, kalau mau jujur, tangan-tangan manusialah yang menjadi penyebab banjir itu. Sederhana saja logikanya, bukankah hujan lebat dulu pun sudah terjadi, kenapa belakangan ini baru terjadi banjir besar?Padahal, kalau mau jujur, tangan-tangan manusialah yang menjadi penyebab banjir logika itu bisa ditegaskan hujan lebat bukanlah pemicu banjir. Bahkan, bukan pula penyebab banjir. Mau ditegaskan di sini, degradasi hutan ataupun degradasi lahan menjadi penyebab banjir tersebut. Sebab, hujan selebat apa pun kalau permukaan tanah tertutup vegetasi, membuat air hujan meresap ke dalam tanah. Sedikit air hujan yang meliuk-liuk di atas permukaan berbeda. Tanaman penutup tanah berkurang, bangunan beton menghalangi pori-pori tanah, mengakibatkan air hujan berubah menjadi air permukaan, dan akhirnya meluncur deras dari daerah tinggi ke kawasan yang lebih โhujan lebat penyebab banjirโ masih menjadikan hujan sebagai alasan. Padahal, bahwa โlahan gundul penyebab banjirโ atau โkekeliruan peruntukan lahan penyebab banjirโ lebih tepat pemakaiannya. Janganlah โhujan lebatโ dijadikan kambing juga Tak Ada Bencana AlamDi negeri kita ini kebiasaan mencari kambing hitam memang tak pernah hilang. Dari istilahnya, kambing hitam bermakna orang atau suatu faktor eksternal yang sebenarnya tidak bersalah, tetapi dituduh bersalah atau dijadikan tumpuan kita lihat ke belakang, sejatinya kambing hitam itu merupakan cara untuk โcuci tanganโ atau โmelarikan diriโ dari kekeliruan yang pernah diperbuat. Biasanya bilamana ada keberhasilan, orang tak segan lagi menganggap sebagai โusaha kami yang tak kenal lelahโ, tetapi kesalahan, kekeliruan, dan kegagalan dilemparkan ke kambing konteks banjir, di mana pun, biasanya hujan jadi kambing hitam. Sang hujan pun pasrah dijadikan kambing hitam. Ia tetap datang saat musimnya. Sementara tangan-tangan perusak alam tetap saja melakukan ekonomi membuat para perusak merasa tak bersalah atas perbuatannya. Selama masih ada hujan, para perusak masih punya banyak alasan. Ada kambing hitam. Saat banjir tiba, saat tepat untuk bilang, โHujan lebat menyebabkan banjir.โ Ah, kasihan sang MULYANA SINAGA Warga menggunakan delman melintasi Jalan Andir-Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang tergenang banjir, Kamis 11/11/2021.Ke mana empati?Sepanjang kita dengar atau baca masih ada pemimpin yang sekadar menjadikan hujan lebat sebagai kambing hitam, empati mereka meragukan. Sebab, sudah jelas persoalan banjir terkait pula dengan kerusakan alam. Dalam hal empati, selain kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain, melihat dari sudut pandang orang tersebut, empati itu juga mesti membayangkan diri sendiri berada pada posisi orang bisa merasakan kesusahan korban banjir, pemimpin harus membayangkan dirinya sebagai korban. Jika ia mengabaikan pemicu degradasi lahan dalam peristiwa banjir, ia akan keliru membayangkan dirinya. Ia akan membayangkan dirinya sebagai korban hujan lebat, bukan membayangkan dirinya sebagai korban dari kerusakan dari kerangka design thinking, di mana empati ini menjadi dasar menentukan persona, pemimpin itu memilih persona yang salah. Semestinya ia menetapkan persona para perusak lahan, tetapi karena menganggap banjir sekadar dipicu oleh hujan lebat, lantas para perusak lahan tak juga Alih Fungsi Lahan di Kaki Arjuno Picu Petaka di Kota BatuPerusak lahan pun dengan tenang dan amannya terus mempraktikkan usahanya minus kaidah konservasi lahan. Beda bilamana pemimpin membayangkan dirinya sebagai korban dari kerusakan alam, dalam pemikirannya akan berupaya untuk membuat jera perusak dari itu, alangkah baiknya untuk mengantisipasi banjir, tempatkan pemicu sesungguhnya. Bukan kambing hitam. Hal ini dalam rangka menemukan solusi yang tepat bagi masyarakat terdampak banjir. Buang jauh-jauh narasi tadi, narasi โbanjir dipicu hujan lebatโ, ganti dengan โkerusakan alam picu banjirโ. Bedakan rasanya. Sirkuit otak akan bekerja dengan perbedaan. Kita pun terdorong untuk sama-sama mencegah kerusakan alam dan sama-sama pula TIS Suparto, Penulis Filsafat Moral
Senin, 27 Zulqaidah 1444 H / 20 Oktober 2014 1451 wib views Oleh Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah โShallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Indonesia kaya akan kekayaan alamnya, tapi juga kaya akan berbagai musibah dan konflik. Hitung saja sejak naiknya presiden Indonesia sekarang, sudah berapa musibah besar terjadi di negeri ini. Bukan hanya yang menimpa fisik, musibah akidah dan akhlak juga semakin merajalela. Paham sesat pluralisme dan sekulerisme yang mematikan hati semakin dapat tempat. Aliran-aliran sempalan Islam semakin terlindungi. Sebaliknya gerakan dakwah untuk ditegakkannya hukum Allah di bumi Indonesia dimusuhi dan dicitrakan sebagai paham teroris. Bahkan, para tokohnya dibunuh, dipenjara, dan dirusak nama baiknya. Paceklik dan kemarau panjang salah satu musibah yang sekarang sedang mengancam. Banyak masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi, dipakai mandi dan cuci. Kekeringan yang menyebabkan gagal panen sudah menimpa ribuan hektar sawah di beberapa daerah. Ditahannya hujan sehingga terjadi peceklik dan kekeringan merupakan akibat dosa manusia. Sedangkan manusia adalah makhluk sosial yang hidup di bawah suatu kepemimpinan/pemerintahan yang menetapkan aturan atas mereka. Baik dan buruknya aturan akan mempengaruhi kesalehan mereka. Jika aturan yang diterapkan tidak didasarkan pada iman dan untuk mewujudkan ketakwaan, maka masyarakatpun akan tidak shalih. Apalagi kalau aturan melegalkan kemungkaran dan melindunginya, maka masyarakat akan menjadi pendosa. Sehingga musibah dan bencana akan turun karenanya. Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, ia berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berdiri di hadapan kami lalu bersabda ููุง ู
ูุนูุดูุฑู ุงููู
ูููุงุฌูุฑูููู ุฎูู
ูุณู ุฅูุฐูุง ุงุจูุชููููุชูู
ู ุจูููููู ููุฃูุนููุฐู ุจูุงูููููู ุฃููู ุชูุฏูุฑููููููููู ููู
ู ุชูุธูููุฑู ุงููููุงุญูุดูุฉู ููู ููููู
ู ููุทูู ุญูุชููู ููุนููููููุง ุจูููุง ุฅููููุง ููุดูุง ูููููู
ู ุงูุทููุงุนูููู ููุงููุฃูููุฌูุงุนู ุงูููุชูู ููู
ู ุชููููู ู
ูุถูุชู ููู ุฃูุณูููุงููููู
ู ุงูููุฐูููู ู
ูุถูููุง ููููู
ู ููููููุตููุง ุงููู
ูููููุงูู ููุงููู
ููุฒูุงูู ุฅููููุง ุฃูุฎูุฐููุง ุจูุงูุณููููููู ููุดูุฏููุฉู ุงููู
ูุฆููููุฉู ููุฌูููุฑู ุงูุณููููุทูุงูู ุนูููููููู
ู ููููู
ู ููู
ูููุนููุง ุฒูููุงุฉู ุฃูู
ูููุงููููู
ู ุฅููููุง ู
ูููุนููุง ุงููููุทูุฑู ู
ููู ุงูุณููู
ูุงุกู ููููููููุง ุงููุจูููุงุฆูู
ู ููู
ู ููู
ูุทูุฑููุง ููููู
ู ููููููุถููุง ุนูููุฏู ุงูููููู ููุนูููุฏู ุฑูุณูููููู ุฅููููุง ุณููููุทู ุงูููููู ุนูููููููู
ู ุนูุฏููููุง ู
ููู ุบูููุฑูููู
ู ููุฃูุฎูุฐููุง ุจูุนูุถู ู
ูุง ููู ุฃูููุฏููููู
ู ููู
ูุง ููู
ู ุชูุญูููู
ู ุฃูุฆูู
ููุชูููู
ู ุจูููุชูุงุจู ุงูููููู ููููุชูุฎููููุฑููุง ู
ูู
ููุง ุฃูููุฒููู ุงูููููู ุฅููููุง ุฌูุนููู ุงูููููู ุจูุฃูุณูููู
ู ุจูููููููู
ู "Wahai sekalian Muhajirin, lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah dari kalian menjumpainya Tidaklah merebak perbuatan keji seperti zina, homo seksual, pembunuhan, perampokan, judi, mabok, konsumsi obat-obatan terlarang dan lainnya di suatu kaum sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan merebak di tengah-tengah mereka wabah penyakit thaโun semacam kolera dan kelaparan yang tidak pernah ada ada pada generasi sebelumnya. Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan disiksa dengan paceklik panjang, susahnya penghidupan, dan kezaliman penguasa atas mereka. Tidaklah mereka menahan membayar zakat kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka. Dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan janji Rasul-Nya, kecuali akan Allah jadikan musuh mereka dari kalangan kuffar menguasai mereka, lalu ia merampas sebagian kekayaan yang mereka miliki. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka kaum muslimin berhukum dengan selain Kitabullah dan menyeleksi apa-apa yang Allah turunkan syariat Islam, kecuali Allah timpakan permusuhan di antara mereka.โ HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad shahih." HR Ibnu Majah dan Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shahihah no. 106 Dalam hadits di atas, pemimpin zalim disebutkan sebagai akibat atas kedurhakaan msyarakat. Namun, di ujung disebutkan, pemimpin yang tidak menerapkan syariat akan menyebabkan terjadinya perpecahan dan permusuhan di tengah-tengah masyarakat. Disamping mereka sebagai akibat mereka juga menjadi sebab. Karena, tidaklah perbuatan-perbuatan keji akan tersebar dan dilakukan terang-terangan di tengah-tengah manusia, jika pemimpinnya tegas dalam menerapkan hukum Islam. Tidak ada pezina dan pelacur yang beriklan jika pemimpin menerapkan hukum Islam berupa cambuk dan rajam. Jangankan zinanya, segala sarana yang mengarah ke sana saja dilarangnya. Tidak seperti di negeri ini, pelacuran dilindungi, dilegalkan dan dilokalisir di tempat yang dilindungi undang-undang. Siapa yang menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar di sana, dianggap melakukan kriminal karena melanggar undang-undang. Bahkan penamaannya diganti dengan Pekerja Seks Komersial PSK yang seolah menjadi jalan resmi untuk mencari nasi, sekelas dengan kuli bangunan, Pedagang, sampai PNS. Menahan dan tidak mengeluarkan zakat tidak akan terjadi dengan luas jika pemerintah menerapkan hukum Islam. Karena kepentingan utamanya, menegakkan hukum Allah, membimbing masyarakat untuk bertakwa, dan mengatur kemaslahatan dunia mereka. Namun, jika bukan pemerintahan Islam yang mengaturnya dan bukan hukum Islam yang ditegakkannya, mengelola zakat tidak menjadi bagian kepentingannya. Jika ada yang menahan dan tidak mengeluarkannya bukan sebagai pelanggaran, namun sebaliknya jika tidak mebayar pajak maka dianggap melangar. Padahal pajak tidak dikenal dan tidak wajib bagi kaum muslimin, kecuali jika mereka hidup dibawah penguasa selain mereka. Kekhawatiran dari Pemimpin Penyesat Keberadaan para pemimpin penyesat sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ุฅููููู
ูุง ุฃูุฎูุงูู ุนูููู ุฃูู
ููุชูู ุงููุฃูุฆูู
ููุฉู ุงููู
ูุถููููููู โSesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah berkuasanya para pemimpin yang menyesatkan.โ HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Darimi. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Shahihah 4/109, no. 1582, dalam Shahih al-Jamiโ, no. 1773 dan 2316 Menurut penulis Fath al-Majid, penggunaan kata Innama yang mengandung makna al-hashr pembatasan/penghususan menjelaskan bahwa beliau sangat takut dan khawatir terhadap umatnya dari para pemimpin yang menyesatkan. Bahkan fitnah yang ditimbulkannya lebih menakutkan daripada fitnah Dajjal. Abu Dzar radhiyallahu 'anhu pernah pertanya kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูููู ุดูููุกู ุฃูุฎููููู ุนูููู ุฃูู
ููุชููู ู
ููู ุงูุฏููุฌููุงูู ููุงูู ุงููุฃูุฆูู
ููุฉู ุงููู
ูุถููููููู โWahai Rasulullah, apa yang lebih engkau takutkan atas umatmu daripada Dajjal. Beliau menjawab, โPara pemimpin yang mudhillin menyesatkanโ.โ HR. Ahmad. Syaikh Al-Albani mengatakan para perawinya terpercaya kecuali Ibnu Luhaiโah buruk hafalannya. AL-AIMMAH AL-MUDHILLIN para pemimpin penyesat umat masuk di dalamnya para umara pemimpin pemerintahan, ulama, dan ahli ibadah. Para umara tersebut adalah mereka yang menerapkan hukum dengan selain hukum Islam, bertindak dzalim, dictator dan kejam, dan tidak menunaikan hak-hak rakyat. Para ulama yang menjadi pemimpin penyesat karena mereka menyembunyikan ilmu dan merubah-rubahnya. Suka mengakali dalil untuk kepentingan syahwatnya atau kepentingan para pemimpinnya. Sedangkan para ahli ibadah yang menjadi pemimpin menyesatkan, karena mereka suka membuat tata cara ibadah baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mereka ditiru dan diidolakan. Apalagi kalau mereka sampai memotifasi umat untuk melaksanakannya. Akibatnya, dia sesat dan menyesatkan manusia. Keberadaan mereka itulah yang menyebabkan Islam akan roboh. Dari Ziyad bin Hudair berkata. Umar radhiyallahu 'anhu berkata kepadaku, โApakah engkau tahu apa yang akan menghancurkan Islam?โ Aku Ziyad menjawab, โTidak.โ Beliau berkata, โYang akan menghancurkannya adalah menyimpangnya ulama, gugatan orang munafik terhadap Al-Kitab, dan hukum para pemimpin yang menyesatkan.โ HR. al-Daarimi. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Takhrij al-Misykah 1/89, โsanadnya shahih.โ Penutup Jika pemimpin dan penguasa seperti itu sifatnya, maka semua urusan akan jungkir balik. Akibatnya, pembohong dipercaya, orang jujur didustakan, penghianat diberi amanat, orang terpercaya dihianati dan didustakan, orang bodoh berbicara, orang alim dipenjara dan dilarang bicara. Kondisi ini persis seperti yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, โSesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu diangkat dan tersebarnya kebodohan.โ Muttafaq Alaih dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu Semoga Allah memberikan kepada kita para pemimpin yang takut kepada Allah dan memiliki sifat amanah, mengasihi rakyat dan tidak suka hidup mewah, menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, cinta syariat dan anti khianat. Amiin, yaa Rabbal alamin. [PurWD/ Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita! +Pasang iklan Gamis Syari Murah Terbaru Original FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai. Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas? Di sini Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan > jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub 0857-1024-0471 Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller NABAWI HERBA Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon 60%. Pembelian bisa campur produk > jenis produk.
pemimpin zalim penyebab bencana